Hai Sobat ? Apakah Kalian Sehat ?
Sekarang saya akan membagikan sebuah Novel yang singkat hihihi,Sebenarnya cuma buat test blog ini aja sih hehe...
Aku
menunggu cinta yang tak pasti
Cinta yang telah tumbuh tak bisa dengan mudah
untuk dicabut. Meskipun tumbuhnya cinta tak membuat kita berbesar hati. Semakin
kita mencoba untuk membuang jauh-jauh, semakin kuat fikiran itu melekat. Hari
ini adalah hari dimana Fika merasakan patah hati, meskipun ia belum sempat
untuk menyatakan cintanya kepada Fiki, tapi dengan kepergian Fiki membuat Fika
tak punya harapan lagi atas cintanya.
Seperti hari-hari biasa, Fika disibukkan dengan
jadwal siarannya di Radio. Kejadian kemarin masih menyisakan kesedihan yang
mendalam baginya.
“Fika.. kamu sakit ya?” Tanya Dewi kepada Fika.
“Iya.. aku agak gak enak badan Wi.”
“Ada masalah apa denganmu? tumben sekali kamu
terlihat murung hari ini. Dan aku rasa hari ini, aku tak melihat Fika yang
selalu ceria dan jutek. Tapi walaupun kemarin kamu sakit, kamu tak semurung
hari ini. Ada apa sebenarnya Fika?” Dewi menayakan keadaan Fika yang tiba-tiba
berubah tak bersemangat seperti hari-hari biasa.
“Aku tak apa Dewi?”
“Cerita saja ke aku Fika, siapa tau aku bisa
menjadi teman curhatmu. Oh ya.. katanya kemarin kamu sedang jatuh cinta dengan
seorang pria, bagaimana ceritanya? Ayo kamu masih punya hutang cerita ke aku.”
Dewi membujuk Fika agar mau bercerita kepadanya.
“Sudahlah wi, aku gak jadi jatuh cinta.” Fika
cemberut.
“Loh.. kok gak jadi, secepat itu kamu merubah
perasaanmu?”
“Dia telah pergi wi, dia pergi sebelum aku sempat
menyatakan cintaku, hiks.. hiks..” Fika kembali meneteskan air matanya.
“Sudah-sudah. Cup..cup.. cupp, anak cantik, gak
usah nangis ya?” Dewi mencoba untuk menenangkan Fika dan menyeka air matanya.
“Aku jatuh cinta ke dia, entah mengapa fikiranku
penuh dengan namanya. Tapi apa, dia secepat itu meninggalkanku. Bahkan sebelum
aku menyatakan perasaanku.” Fika memeluk Dewi dan menangis tersedu-sedu.
“Sudahlah Fika, kalau memang dia jodohmu, nanti
dia akan kembali lagi ke kamu. You must move on! Kayak
cowok hanya dia aja. Kamu itu cantik, cewek baik Fika, pastinya kamu akan
mendapatkan cowok yang baik pula.” Dewi mencoba menenangkan Fika.
“Tapi aku harus bagaimana Wi? Apa aku harus
memendam cinta ini dalam-dalam? Ataukah aku harus menunggunya dalam ketidak
pastian?”
“Berdoalah kepada Tuhan Fika, tenangkanlah dirimu.
Tuhan akan memilihkan jalan yang terbaik untuk umatnya. Jika kamu yakin itu
adalah cinta sejatimu, maka ia akan kembali kepadamu. Percayalah Fika.”
“Dewi, makasih ya sahabatku. Aku merasa sedikit
lega bisa bercerita denganmu, aku yakin dengan diriku sekarang, jika memang
Fiki jodohku. Dia akan kembali buatku. Aku akan selalu menantinya, menanti
cintaku dengan sabar dan tulus. Aku harap Fiki juga mempunyai perasaan yang
sama seperti diriku sekarang. Aku begitu menyukainya.” Fika mulai tersenyum.
Dan dalam hatinya ia sangat yakin bahwa suatu saat nanti Fiki akan kembali, dan
akan merajut cinta dengannya. Menjadi kekasihnya seperti yang Fika idam-idamkan
saat ini.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus